Senin, 19 Mei 2014

CINTA


Cinta itu awalnya manis bagaikan madu
Tapi akhirnya pahit bak  makan empedu
Itulah namanya cinta palsu
Yang hanya karena hawa napsu

JANAH


Jendela kamar hatiku membias cahaya baru
Amatlah terang di hatiku
Naiklah fajar kemenanganku
Nampak indah menghias di mataku
Alam memberiku semangat baru
Hidupku tak lagi semu

PUISI CINTAKU


LUKISAN RINDU

Gelapnya malam tak ada cahaya
Bintang-bintang pun menghilang entah kemana
Kulinangkan rindu diujung mata
Hingga terlarut dalam buaian angin yang menerpa

Kunikmati kesepian-kesepian ini
Ku bingkai indah namamu di dalam hati
Mengingat kenangan indah masa lalu
Saat melihat senyum manismu

Wahai kasih disana
Mengapa kau tak ada berita
Kau tak tahu apa yang ada di hatiku
Kau tak tahu jika aku khawatirkanmu

Ku kan tetap menunggu
Walaupun kau tak pernah tahu
Sampai kau kembali dalam dekapku
Dan berjanji setia padaku

Ini hanya sekedar lukisan hatiku saat ini
Dan entah seperti apa disuatu hari nanti
Apakah kau akan kembali
Atau kau terus berlari


Terjerat Cinta Semu

Kau hanya bayangan semu
Setiap hari selalu menghantuiku
Aku lelah dengan semua tingkahmu
Hanya goresan yang kau sisakan untukku

Air mata tak mampu lagi kusapu
Napasku terengah pikiranku buntu
Menguapkan asa yang kian membeku
Menebur bumbu-bumbu pilu

Sudah lama kusimpan raut wajahmu
Kini kutarik langkahku dari perasaan itu
Terimakasih untuk kebaikanmu
Untuk janji-janji manismu



Puisi nama
Naunganmu yang tak pudar ditelan masa
Obat penawar rindu hatiku
Oh jiwaku angan-anganku dalam satu lamunan
Rasa dan raga menyatu dalam satu tujuan
Jejak tinta ini menjadi saksi kebisuanku
Asa menuntunku untuk menulisnya
Namun sayang raganya tak menyaksikan
Andai dia ada disampingku
Hati inginkan dirinya memeluk ragaku selamanya



BAHASA NEGERIKU YANG TERLUPAKAN

BAHASA NEGERIKU YANG TERLUPAKAN
Pergeseran bahasa di kalangan anak muda yang semakin pesat. Terutama di negeri kita Indonesia. Salah satu penyebab bergesernya bahasa Indonesia adalah akibat persaingan dengan bahasa gaul. Bahasa gaul yang sering digunakan kalangan anak muda ini semakin berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Mereka bangga dengan bahasa gaulnya, bahkan mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pergeseran bahasa ini dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat terutama kalangan anak muda. Berbagai alasan banyak orang meninggalkan bahasanya, atau tidak lagi menggunakannya. Dalam perkembangan modern saat ini, kalangan anak muda Indonesia cenderung lebih senang untuk menggunakan bahasa asing atau bahasa gaul. Bagi mereka bahasa gaul ini dianggap lebih bergengsi karena merupakan campuran antara bahasa masyarakat Ibu kota dengan bahasa asing, sehingga masyarakat khususnya remaja ingin dianggap memiliki gengsi yang lebih tinggi dengan menggunakan bahasa gaul.
Sekarang yang menjadi pertanyaan akan dibawa kemana bahasa Indonesia tercinta ini? Apakah kita akan terus terlarut ikut-ikutan dengan bahasa asing dan bahasa gaul yang kian meruntuhkan mutu bahasa Indonesia itu sendiri? Jawabannya ada pada kita sebagai bangsa yang mencintai bangsanya dan bahasanya. Disatu sisi memang bahasa itu adalah hak dari penuturnya. Terserah penutur ingin menggunakan bahasa apa. Akan tetapi bahasa itu seperti layaknya manusia, bahasa bisa hidup dan bisa juga mati. Apakah kita akan membiarkan bahasa Indonesia itu mati. Mungkin memang kehawatiran itu masih jauh. Saya yakin bahasa Indonesia akan terus hidup dengan catatan kita terus menyaring serangan dari bahasa asing dan bahasa gaul.
Demikianlah anak muda sekarang yang tidak menghargai lagi negerinya. Tanpa mereka sadari mereka melupakan bahasa negerinya sendiri. Pergeseran bahasa ini bukan hanya terjadi di kota, bahkan sampai di pelosok perdesaan. Hal ini memberikan dampak terhadap pertumbuhan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa. Lama kelamaan bahasa Indonesia akan terlupakan. Maka sehubungan dengan semakin maraknya penggunaan bahasa gaul, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap bahasa Indonesia karena merupakan bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan, juga menjadi suatu kebanggaan kita di kalangan masyarakat dunia.