DI
BALIK BUSANA MUSLIMAH
Kegiatan-kegiatan mengobarkan syahwat
yag terus menerus pada akhirnya akan menyulut nafsu syahwat yang tidak
terpadamkan dan tidak pernah selesai. Pandangan yang tidak semestinya, gerakan
yang erotis, dandanan yang eksotis, dan tubuh yang telanjang, semua itu hanya
akan menyulut nafsu atau syahwat binatang yang gila. Dan hasil dari semua itu
adalah tidak terkendalinya rangsanagan dan keinginan sehingga menciptakan
kekacauan yang tidak bisa terkekang oleh sesuatu pun atau timbulnya
penyakit-penyakit saraf dan kekacauan jiwa.
Wanita pada masa jahiliyah sebagaimana
jahiliyah modern saat ini berjalan diantara laki-laki dengan bertelanjang dada,
tidak menutupnya dengan sesuatu sama sekali dan juga walaupun berpakaian tapi
telanjang. Inilah sebuah masa ketika mempertahanakan islam layaknya menggenggam
bara api, panas dan gerah, bahkan seolah melukai diri sendiri. Sebab,
masyarakat kebanyakan justru berlomba-lomba tidak bersesuai dengannya. Karena
itu, setiap yang memegang islam akan dirasa aneh, diasingkan, dan dianggap
abnormal.
Bagi waita, perasaan ini mungkin
berkali-kali lipat. Mungkin karena wanita makhluk perasa, ditambah konsekuensi
wanita saat menjadi muslim memang
terlibat secara nyata. Pengorbanan wanita yang teguh dengan islam jelas lebih sulit pada zama ini.
Selain itu di tengah zaman yang serba
maju dan banyaknya pengaruh dari dunia luar dan dunia barat, maka tidak heran
bila perkembagan model pakaian semakin marak. Sebagai kiblatnya, negeri Paris
yang dikenal sebagai gudangnya mode menjadi acuan untuk penentuan trend mode
pakaian masa kini. Sehingga corak dan ragam pakaian sangat bervariasi.
Akan
tetapi, seorang wanita muslim haruslah tetap memperhatikan kaidah-kaidah
berpakaian yang tepat dan benar. Apakah yang dimaksud dengan pakaian menurut
kecamata masyarakat kita sekarang ini? Dan apa pula maksudnya menurut kecamata
syariat islam?
Orang
yang mendalami aturan sosial dan mempelajari peradaban dalam kecamata
masyarakat saat ini, menilai bahwa pakaian hanya digunakan sebagai hiasan atau
sekadar untuk menutup bagian anggota tubuh yang tabu diperlihatkan, tidak untuk
menutupi aurat.
Akan
tetapi, islam dalam aturannya yang universal lebih banyak memperhatikan pakaian
sebagai penutup aurat, bukan semata-mata hiasan. Untuk itulah, islam
memerintahkan kepada setiap laki-laki dan perempuan untuk menutup bagian tubuh
mereka yang menimbulkan daya tarik bagi orang lain.
Hal
paling mendasar bagi sorang wanita muslim adalah berpakaian yang dapat menutup
auratnya, kecuali muka dan telapak tangan. Selain itu di tengah maraknya
perkembangan mode yang kian menjamur ini wanita muslimah haruslah tetap
menjunjung tinggi kesopanan dalam berpakaian. Tidak mengundang syahwat
laki-laki non muhrim yang memandangnya. Sehingga selain menjalankan fungsi
berpakaian, dia juga menjalankan syariat islam sebagai muslimah dengan tidak menurunkan dedikasinya sebagai
muslimah sejati. Karena pakaian yang dikenakannya bisa mencerminkan kepribadian
pemakainya. Bila ia berpakaian secara islami, maka demikianah kepribadian dalam
dirinya itu.
Seorang muslimah harus memperhatikan syarat-syarat
dalam berpakaian, diantaranya;
1.
Menutup
Aurat
Menutup aurat bagi setiap muslim
dan muslimah adalah wajib. Aurat wanita meliputi seluruh tubuh kecuali wajah
dan telapak tangan.
Satu cara untuk menutup aurat selain memakai pakaian
yaitu hendaknya seorang muslimah
mengenakan jilbab (mengulurkan jilbabnya). Allah swt berfirman:
$pkš‰r'¯»tƒ ÓÉ<¨Z9$# @è% y7Å_ºurø—X{
y7Ï?$uZtur Ïä!$|¡ÎSur
tûüÏZÏB÷sßJø9$# šúüÏRô‰ãƒ
£`ÍköŽn=tã
`ÏB
£`ÎgÎ6Î6»n=y_
4
y7Ï9ºsŒ #’oT÷Šr& br&
z`øùt÷èムŸxsù
tûøïsŒ÷sム3 šc%x.ur
ª!$# #Y‘qàÿxî $VJŠÏm§‘ ÇÎÒÈ
Artinya: “Hai
Nabi katakanlah kepada istri-istri kamu,
anak-anak gadismu dan istri-istri orang mukmin: hendaklah ia mengulurkan
jilbabnya kesaluruh tubuhnya. Yang demikian itu supaya mereka mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. Al-Ahzab:
59)
2.
Tidak Terlalu Ketat
Pakaian
yang disebut menutup aurat tidak hanya menutup lapisan kulit luarnya agar tidak
kelihatan oleh kasat mata, tetapi juga pakaian yang longgar, yag tidak
meperlihatkan bagian lekuk tubuhnya. Berpakaian ketat sama saja dengan
telanjang karena orang lain bisa menggambarkan dengan jelas bagaimana bentuk
tubuhnya. Dalam hal ini rasulullah saw bersabda:
“Wanita-wanita
yag berpakaian akan tetapi telanjang, tidak menjaga apa yang seharusnya dijaga,
berjalan lenggak-lenggok laksana pelacur, kepala-kepala mereka seperti punuk
unta (sombong), mereka tidak akan masuk surga juga tidak akan mendapatkan
baunya sama sekali.” (HR. Imam Muslim).
3.
Tidak Transparan
Fungsi
dari berpakaian adalah menutup aurat. Sehingga kulit yang ditutupi oleh balutan
pakaian tidak tampak oleh mata yang melihatnya. Lain halnya dengan pakaian yang
transparan atau tembus pandang sehingga nampak warna kulit wanita yang
mengenakannya. Tidak ada bedanya juga dengan orang yang tidak berpakaian.
Rasulullah
saw bersabda:
“Dari
Usamah bin Zaid, ia berkata: “Rasulullah saw pernah memberikan kepadaku kain
tipis dari Qibti (Mesir). Kain itu telah beliau terima dari Dahtah Al-Kalabi,
tetapi kemudian saya berikan pakaian itu untuk istriku. Maka Rasulullah
menegurku: “Mengapa tidak engkau pakai saja kain dari Qibti itu? Jawabku: “Ya
Rasulullah, kain itu telah aku berikan kepada istriku!” Sabda beliau “Suruhlah
ia juga memakai kain rangkap di bawah baju Qibti itu, karena aku benar-benar
khawatir kain itu akan tetap menampakkan besarnya tulang-tulang (lekuk-lekuk
tubuh) istrimu. (HR. Ahmad).
4.
Tidak Mencolok Warnanya
Wanita
yang memakai pakaian dengan warna yang mencolok menandakan bahwa dia ingin
menarik perhatian orang-orang disekitarnya. Karena pakaian dengan warna mencolok
akan mengundang mata orang lain untuk tertuju kepadanya. Padahal, fungsi dari
berpakaian adalah untuk menutup aurat, bukan untuk mencari perhatian orang lain
agar tertarik kepadanya. Yang dikhawatirkan adalah pakaian mencolok akan
mengundang laki-laki berniat jahat kepadanya karena nafsu untuk memandang
wanita yang berpakaian mencolok itu.
5.
Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki
Wanita
diciptakan mempunyai sifat yang anggun, feminim, dan penuh dengan kelembutan.
Hal ini bisa tercermin dari pakaian yang dikenakannya sehari-hari. Namun,
seiring berkembangnya zaman, saat ini banyak pakaian wanita yag didesain
menyerupai pakaian laki-laki sehingga wanita yang mengenakannya terkesan tomboy
atau kelelaki-lakian. Misalnya; dengan memakai celana jeans dan kaos oblong dan
berambut cepak layaknya seorang laki-laki. Kalau sudah begini, dia tidak
kelihatan feminim lagi, tetapi malah macho
seperti halnya laki-laki.
Rasulullah
saw bersabda:
Dari
Abu Hurairah ra:
“Bahwa
Rasulullah saw mengutuk laki-lakiyang berpakaian seperti wanita dan wanita yang
berpakaian sepertilaki-laki.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan An-Nasa’i).
6.
Tidak Menyerupai Pakaian Orang Kafir
Pada
umumnya, pakaian yag dikenakan wanita kafir itu antik dan tidak meperhatikan
kaidah adab dan etika dalam berpakaian. Karena yang ada di pikiran mereka
adalah tampil nyentrik dan beda dari
yang lain. Meskipun pada kenyataannya banyak di antara mereka yang berpakaian
denga mengumbar auratnya. Oleh Karen aitu, sebagai muslimah yag meperhatikan
adab berpakaian haruslah memperhatikan cirri khas berpakaian secara islami,
yaitu; berjilbab yag mengulur sampai ke dadanya.
7.
Tidak Memakai Pakaian Untuk Maksud
Tertentu
Seorang
muslim yang menyadari fungsi berpakaian sebagai seorang muslim tahu bahwa pada
dasarnya berpakaian adalah untuk menutup auratnya bukan untuk maksud lain,
yaitu agar orang lain tertarik kepadanya karena model pakaiannya yang bagus
atau karena bentuk bodinya yang aduhai.
Syarat-syarat yang telah disebutkan bukan dibuat untuk
mendiskriminasikan kaum wanita, akan tetapi aturan ini dibuat semata-mata untuk
menjaga harkat, martabat, dan kesucian seorang muslimah. Aturan ini dibuat oleh
Allah Yang Maha Mengetahui tabiat kaum wanita, dan ditetapkan oleh Muhammad
Rasulullah yang sangat menyayangi ummatnya terlebih bagi kaum wanita. Dan
saya selalu berharap, mudah-mudahan Allah berikan pahala yag berlipat ganda
bagi yang istiqamah.
Rujukan:
Ulin
Muhammad Nuha. 2007. 55 Cinta Allah
Terhadap Wanita. Jombang: Lintas Media.
Siauw, Felix. 2013. Yuk, Berhijab. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Umairah, Abdurrahman. 2008. Taman-taman Cinta. Jakarta: PT Mirqat
Tebar Ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar