Senin, 19 Mei 2014

RASAKU


HARAPAN SUCI
Memandang langit yang indah
Menikmati ciptaan sang pemurah
Ucapan syukur menghias lidah
Berharap akan selalu bisa terarah

Terik mentari di pagi hari
Menghibur jiwa yang sunyi
Cahayanya semerbak menyinari hati
Berusaha temukan  cinta sejati

Hatiku kini tak lagi pilu
Terbuai dunia yang menipu
Ku berharap ini akan bersemi selalu
Demi mengharap cinta zat yang maha tahu




Kado yang Terlupakan

Malam yang hening
Semua telah mati
Kini kusendiri dalam sepi
Sambil memandang langit bertabur bintang

Tiba-tiba ku teringat dengan sebuah kado
Kado terindah yang pernah kudapatkan
Kuhampir lupa dengan kado terindah itu
Kemudian kucoba membukanya kembali dengan penuh kehawatiran

Betapa menyesal telah mengabaikan kado itu
Hingga air mata mengalir deras dikedua bola mataku
Ingin rasanya kutahan semua rasa
Tapi aku tak mampu membendungnya

Aku memang tak tau balas budi
Aku memang tak tau malu
Aku sudah lupa akan janji
Aku telah terjebak oleh napsu

Ya Allah ampunilah aku yang berlumur dosa karena lupa dengan pemberian-Mu
Terimalah penyesalan dan taubatku
Ku tak tau lagi kemana harus mengadu
Selain kepada-Mu

Walaupun ku tak pantas tuk bersimpuh dihadapan-Mu
Yang hanya meminta belas kasih-Mu
Ku tetap menunggu dan memohon
Karena kuyakin kau maha pengampun



Laa ilaha illallah

Wahai sang pemilik kasih
Pengatur jagat raya
Engkau tak pilih kasih
Tebarkan rahmat tiada terkira

Asma-Mu kusebut seiring napasku
Seirama aliran darahku
Mengalir di ujung lidahku
Ucapan syukur menghias bibirku

Jiwa dan raga menyatu dengan kalimah Laa ilaha illallah
Tidak ada Tuhan selain Allah
Hanya Engkau yang patut disembah
Sampai daku terkalang tanah

Pikiran  tenang dikala menyebut asma-Mu
Tubuhku bergetar karena rindu
Hilang segala penat yang dirasa
Lenyaplah semua derita

Begitulah hikmah yang kurasa
Dalam alunan nada kesucian asma-Nya
Siapapun pun pasti terbuai karena kekuatan-Nya
Hingga lupakan sekelilingnya




Tidak ada komentar:

Posting Komentar