HARAPAN SUCI
Memandang langit
yang indah
Menikmati
ciptaan sang pemurah
Ucapan syukur
menghias lidah
Berharap akan
selalu bisa terarah
Terik mentari di
pagi hari
Menghibur jiwa
yang sunyi
Cahayanya
semerbak menyinari hati
Berusaha
temukan cinta sejati
Hatiku kini tak
lagi pilu
Terbuai dunia
yang menipu
Ku berharap ini
akan bersemi selalu
Demi mengharap
cinta zat yang maha tahu
Kado yang Terlupakan
Malam yang hening
Semua telah mati
Kini kusendiri dalam sepi
Sambil memandang langit bertabur bintang
Tiba-tiba ku teringat dengan sebuah kado
Kado terindah yang pernah kudapatkan
Kuhampir lupa dengan kado terindah itu
Kemudian kucoba membukanya kembali dengan penuh
kehawatiran
Betapa menyesal telah mengabaikan kado itu
Hingga air mata mengalir deras dikedua bola mataku
Ingin rasanya kutahan semua rasa
Tapi aku tak mampu membendungnya
Ingin rasanya kutahan semua rasa
Tapi aku tak mampu membendungnya
Aku memang tak tau balas budi
Aku memang tak tau malu
Aku sudah lupa akan janji
Aku telah terjebak oleh napsu
Ya Allah ampunilah aku yang berlumur dosa karena lupa
dengan pemberian-Mu
Terimalah penyesalan dan taubatku
Ku tak tau lagi kemana harus mengadu
Selain kepada-Mu
Walaupun ku tak pantas tuk bersimpuh dihadapan-Mu
Yang hanya meminta belas kasih-Mu
Ku tetap menunggu dan memohon
Karena kuyakin kau maha pengampun
Laa ilaha illallah
Wahai sang pemilik kasih
Pengatur jagat raya
Engkau tak pilih kasih
Tebarkan rahmat tiada terkira
Asma-Mu kusebut seiring napasku
Seirama aliran darahku
Mengalir di ujung lidahku
Ucapan syukur menghias bibirku
Jiwa dan raga menyatu dengan kalimah Laa ilaha illallah
Tidak ada Tuhan selain Allah
Hanya Engkau yang patut disembah
Sampai daku terkalang tanah
Pikiran tenang dikala menyebut
asma-Mu
Tubuhku bergetar karena rindu
Hilang segala penat yang dirasa
Lenyaplah semua derita
Begitulah hikmah
yang kurasa
Dalam
alunan nada kesucian asma-Nya
Siapapun
pun pasti terbuai karena kekuatan-Nya
Hingga
lupakan sekelilingnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar